Konsep Pertumbuhan, Latihan dan Olahraga

Pertumbuhan, Latihan, dan Olahraga. Pelatih perlu mempertimbangkan pertumbuhan dan kebugaran jasmani para atlet muda saat menyiapkan program, baik untuk latihan maupun kompetisi. Tidak ada latihan yang akan menghasilkan juara bila si atlet tidak memiliki atribut-atribut yang dipersyaratkan oleh cabang olahraga tersebut, dan pelatih harus realistik dalam menetapkan sasaran yang harus dicapai oleh para atlet muda tersebut.
Harus diajarkan teknik yang tepat dan benar agar prestasi dapat meningkat. Jangan membuat atlet-atlet muda kelelahan hanya gara-gara teknik yang dipelajarinya kurang tepat. Pelatih harus dapat menerima adanya penurunan kemampuan pada masa akil balig, terutama pada atlet yang anggota badannya bertambah panjang, mereka akan kesulitan mengontrol gerakan yang cepat.

Anak-anak bisa diajak bertanding agar berprestasi dalam olahraga kompetitif, namun cabang yang dipilih harus ditentukan secara cermat dan ini dilakukan dengan sangat hati-hati terutama bila olahraga yang dipilih memungkinkan terjadinya tackling, yang bagi mereka yang lambat kematangannya (terutama secara fisik) akan sangat merugikan.
Sangat mungkin terjadi cedera, akibat dari ukuran, kekuatan dan daya ledak dari mereka yang terlebih dahulu tumbuh. Harap selalu diingat, anak-anak dengan usia yang sama sangat mungkin memiliki ukuran fisik dan kemampuan olahraga yang berbeda.

Jika suatu gerakan berpotensi menimbulkan stres, jumlah pengulangan yang harus dilakukan oleh atlet muda harus dibatasi. Perlu diupayakan pula untuk memodifikasi aturan permainan agar rotasi pemain/posisi kunci dalam permainan bisa berlangsung sesering mungkin. Hal ini penting bagi pengalaman batin anak-anak, agar masing-masing bisa merasa ikut berpartisipasi aktif dalam permainan.

Perhatian dan pengawasan secara khusus bagi atlet-atlet muda perlu dilakukan di area latihan beban. Beban berat (heavy resistance) sangat tidak dianjurkan diberikan bagi atlet di bawah usia 5 tahun. Beban ringan (low resistance), latihan daya tahan dengan menggunakan latihan beban dapat diberikan sebagai pendekatan untuk mempelajari teknik latihan beban yang benar, dan jumlah total repetisinya cukup  5-20 kali.
(Visited 8 times, 2 visits today)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.