Latihan Fisik Aerobik Menurunkan Obesitas

latihan fisik aerobik menurunkan obesitas

Latihan Fisik Aerobik Menurunkan Obesitas. Artikel fitnes kali ini akan membahas mengenai obesitas yang bisa diturunkan dengan latihan fisik aerobik. Obesitasi (berat badan berlebih / kegemukan) terjadi bila besar dan jumlah sel lemak bertambah pada tubuh seseorang. Maka ukuran sel lemak akan bertambah besar dan kemudian jumlahnya bertambah banyak. Berat badan lebih merupakan akumulasi lemak yang abnormal atau berlebihan yang berpeluang menim-bulkan efek buruk pada kesehatan.

Ukuran untuk berat badan lebih indeks massa tubuh (IMT) 23-24.9 kg/m2, dan obesitas IMT 25-30 kg/m2 sudah menjadi suatu epidemiologi dinegara maju. Saat ini diperkirakan jumlah orang di seluruh dunia dengan IMT 30 kg/m2 melebihi 250 juta orang. Yaitu sekitar 7% dari populasi orang dewasa di dunia.

Obesitas dan Berat badan lebih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Amerika Serikat dan semua negara industri dunia. Sebagai contoh di Amerika dua pertiga dari jumlah penduduknya mengalami hal ini. Prevalensi berat badan lebih di Indonesia sendiri juga masih tinggi. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2010, di Indonesia prevalensi penduduk dewasa yang mengalami berat badan lebih dan obesitas sebesar 21.7% dan prevalensi tertinggi untuk berat badan lebih dan obesitas berada di Provinsi Sulawesi Utara (37,1%), dan yang terendah adalah 13,0 persen di provinsi Nusa Tenggara Timur.

latihan fisik aerobik menurunkan obesitasCara Latihan Fisik Aerobik Menurunkan Obesitas

Salah satu cara untuk mengurangi masalah berat badan lebih dengan melakukan latihan fisik aerobik. Latihan fisik aerobik sangat baik untuk menurunkan berat badan karena menggunakan kalori lebih besar dan membantu meningkatkan metabolisme, dan membantu tubuh membakar kalori yang lebih cepat. Latihan fisik aerobik dapat menjadi cara yang efektif untuk menurunkan lemak dan dilakukan secara rutin. Salah satu Latihan fisik aerobik yang diterapkan adalah dengan menggunakan sepeda statis. Menggunakan speda statis bagi orang yang memiliki kelebihan berat badan berguna untuk kebugaran jantung (kardiovaskuler), membangun ketahanan dan kekuatan otot terutama pada paha dan kaki.

Baca Juga => Senam Aerobik Zumba Meningkatkan Kebugaran Jasmani

Salah satu cara untuk menilai kebugaran seseorang dalam melakukan aktifitas fisik adalah dengan mengukur VO2max. VO2max adalah jumlah maksimum oksigen dalam milliliter, yang dapat digunakan dalam satu menit per kilogram berat badan. Orang yang kebugarannya baik mempunyai nilai VO2max yang lebih tinggi dan dapat melakukan aktifitas lebih lama dari pada mereka yang tidak dalam kondisi baik.

Konsumsi oksigen maksimal (VO2max) adalah jumlah maksimal oksigen yang dapat dikonsumsi selama aktivitas fisik yang intens sampai akhirnya terjadi kelelahan. Nilai Vo2max bergantung pada keadaan kardiovaskular, respirasi, hematologi, dan kemampuan latihan. Pengukuran nilai VO2max ini dapat digunakan untuk menganalisis efek dari suatu program latihan fisik.

Obesitas dan Berat badan lebih dapat dikatakan memiliki lemak tubuh yang banyak dan kebugaran jasmani yang rendah dan mempunyai nilai VO2max yang rendah. Untuk meningkatkan VO2max perlu melakukan latihan fisik. Jenis latihan fisiknya adalah latihan fisik aerobik, mulai dari intensitas rendah sampai sub-maksimal.

Baca Juga => Pengertian dan Bentuk Latihan Daya Tahan

Intensitas Latihan Fisik Aerobik Menurunkan Obesitas

Latihan fisik aerobik seperti jogging, bersepeda statis, bersepeda dan senam aerobik dapat meningkatkan tingkat vo2max sehingga tubuh mampu bekerja dalam waktu yang lama, dengan dimilikinya kemampuan tubuh untuk bekerja dalam waktu yang lama, maka timbunan lemak yang ada di bawah lipatan kulit kita akan digunakan sebagai bahan bakar energi gerak. Maka untuk membakar lemak yang menjadi penyebab obesitas adalah melakukan olahraga yang menggunakan energinya sampai ke lemak. Olahraga tersebut adalah latihan fisik aerobik.

Untuk membantu orang yang mengalami obesitas, kita bisa memberikan beberapa bentuk latihan fisik aerobik dengan intensitas rendah terlebih dahulu. Intensitas rendah mengambil 60%-70% dari denyut nadi maksimal kita. Denyut nadi maksimal bisa kita ketahui menggunakan rumus DNM=220-Usia.

Contoh Penghitungan Intensitas Latihan Fisik Aerobik

Misalkan jika kita melakukan jogging atau bersepeda. Maka hal pertama yang kita lakukan adalah mengetahui Denyut nadi maksimal yaitu 220-usia. Jika usia kita adalah 20 tahun, maka denyut nadi maksimal (DNM) adalah 200 denyut/menit. Setelah diketahui DNM, kita tentukan zona latihan yaitu dengan mengambil persentase intensitas rendah latihan fisik aerobik yaitu 60%-70% dari DNM. Maka zona latihan kita adalah 60% x 200 dan 70% x 200, hasil perkalian tersebut didapat 120 dan 140. Artinya bahwa kita harus mempertahankan denyut jantung selama melakukan latihan fisik aerobik diantara 120 denyut/menit sampai 140 denyut/menit.

Latihan fisik aerobik dilakukan minimal selama 20 menit, jadi kita harus mempertahankan denyut nadi diantara 120-140 denyut/menit selama 20 menit. Baik itu latihan fisik aerobiknya berupa jogging, bersepeda, atau senam aerobik.

Baca Juga => Cara Menentukan Intensitas Latihan Atlet dan Non-Atlet

Dengan memahami konsep tersebut maka kita akan lebih paham dalam melakukan olahraga berupa latihan fisik aerobik untuk menurunkan obesitas. Segala sesuatu harus dengan ilmunya, itulah kata pepatah. Maka kita harus benar-benar paham dalam melakukan olahraga yang kita lakukan.

Itulah artikel fitnes atau kebugaran yang berjudul latihan fisik aerobik menurunkan obesitas. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca teras olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

(Visited 155 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.