Latihan Fisik Penderita Arthritis Radang Sendi

Latihan Fisik Penderita Arthritis Radang Sendi. Arthritis merupakan gangguan peradangan pada persendian yang dapat berbentuk osteoarthritis ataupun rheumatoid arthritis. Osteoarthritis merupakan gangguan persendian degeneratif yang bersifat progresif yang terutama terjadi karena erosi pada bagian kartilago persendian (Van Baar et al. 1999: 1361).

Rhematoid arthritis merupakan gangguan autoimun yang mengakibatkan terjadinya peradangan pada synovial sendi yang biasanya terjadi pada persendian bagian distal dan terjadi pada beberapa persendian sekaligus. Pada kedua jenis gangguan persendian tersebut terjadi peradanagn persendian yang nampak sebagai pembengkakan dan keterbatasan jangkauan gerak sendi.

latihan fisik penderita arthritis radang sendiPada rheumatoid arthrithis sering terjadi periode dimana rasa nyeri timbul dan hilang sedangkan pada osteoarthritis rasa nyeri dirasakan terus menerus (Van den Ende et al. 1998: 677). Pada keadaan nyeri penderita dapat mempergunakan obat analgetika non steroid untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Apabila tidak terjadi perbaikan yang berarti diberikan analgetika steroid (Van Baar et al. 1999: 1361).

Pada penderita arthritis, exercise testing yang terutama dilakukan untuk mengukur kapasitas fisik secara fungsional tidak mudah untuk dikerjakan mengingat aktivitas fisik penderita arthritis sangat dibatasi oleh rasa nyeri (Deyle et al. 2000: 173). Pada keadaan akut, penderita tidak bisa diberi latihan fisik yang cukup untuk memberikan stress pada otot jantung sehingga terjadi penurunan kapasitas diagnostik uji latih jantung.

Program Latihan Fisik Penderita Arthritis Radang Sendi

Program latihan yang diperuntukkan untuk penderita arthritis harus disesuaikan supaya terjadi penekanan minimal pada persendian. Berenang merupakan aktivitas fisik yang ideal mengingat adanya gaya buoyancy air. Pilihan lain untuk penderita arthritis meliputi berjalan dan latiahan dengan ergometri lengan.

Aktivitas yang memerlukan gerakan yang cepat tidak direkomendasikan pada penderita arthritis. Latihan yang dipilih ditujukan untuk mengembalikan fleksibilitas sendi, meningkatkan jangkaun gerak sendi tanpa rasa nyeri serta memperkuat otot-otot pendukung persendian (Dekker et al. 1993: 211).

Program latihan pada penderita arthritis harus bersifat fleksibel mengingat durasi dan intensitas latihan disesuaikan dengan fase dari arthritis. Pada banyak kasus, waktu latihan yang pendek (15 menit) dengan fekuensi yang tinggi (dua kali dalam sehari) cocok untuk diterapkan.

Pada keadaan akut yang berkepanjangan, latihan fisik intensitas rendah tetap perlu dilakukan untuk menghindari efek buruk dari inactivity (bed rest) serta untuk mempertahankan jangkauan gerak sendi. Walaupun demikian pada prinsipnya saat fase akut, latihan diminimalisir sedangkan pada saat peradangan sudah mereda latihan dapat dilanjutkan kembali.

Hal yang patut diwaspadai adalah latihan fisik harus dikontrol pada fase akut ketika penderita arthritis menggunakan obat penghilang rasa sakit. Intensitas latihan perlu disesuaikan dengan fase arthritis mengingat pada keadaan peradangan, latihan fisik lebih mudah mengakibatkan cedera persendian. Adapun jenis latihan yang disarankan adalah latihan fleksibilitas dan latihan kekuatan (Deyle et al. 2000: 173).

Itulah artikel mengenai latihan fisik penderita arthritis radang sendi. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca teras olahraga dan menjadi tambahan wawasan pengetahuan. Terima Kasih

(Visited 84 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.