Latihan Fisik Penderita Gangguan Pembuluh Darah Tepi

Latihan Fisik Penderita Gangguan Pembuluh Darah Tepi. Arteriosklerosis adalah gangguan pembuluh darah tepi yang sering dijumpai pada lansia. Gangguan pembuluh darah tepi yang lain meliputi stenosis arteri, Raynaud`s phenomenon (reflek vasokontriksi pembuluh darah tepi karena stimulasi dingin) dan Burger`s disease (radang pada selubung pembuluh darah tepi pada ekstremitas) (Gardner et al. 2001: 755).

Arteriosklerosis peripheral diasosiasikan dengan hipertensi dan hiperlipidemia yang juga sering ditemukan pada penyakit jantung koroner, gangguan cerebrovaskular, dan diabetes melitus. Efek akhir dari PVD mungkin dapat menimbulkan ulkus kulit, gangrene yang pada stadium akhir memerlukan amputasi (Gardner et al. 2001: 755).

latihan fisik penderita gangguan pembuluh darah tepiPenderita PVD sering merasakan nyeri iskemik (claudication) yang dapat berupa rasa gatal, kelemahan, ketegangan ekstremitas selama aktivitas fisik. Bagian yang sering mengalami keluan adalah betis dan cepat menghilang begitu aktivitas fisik dihentikan.

Penilaian tingkat PVD meliputi pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang lanjut dengan arteriografi (Gardner et al. 2001: 755). Gangguan berat akan memerlukan obat untuk menurunkan kepekatan darah. Kapasitas fungsional dapat diukur dengan tes multistage dengan pengukuran kebutuhan konsumsi oksigen puncak. Exercise testing pada PVD untuk tujuan diagnostik mungkin membutuhkan ergometrik lengan untuk mencapai stress myocardial (Gardner et al. 2001: 755).

Baca juga => Pengertian Latihan Fisik dalam Olahraga

Program Latihan Fisik Penderita Gangguan Pembuluh Darah Tepi

Program latihan fisik yang tepat dapat meningkatkan kapasitas fungsional penderita, yang mungkin dikarenakan pembentukan pembuluh darah kolateral serta meningkatkan kapasitas oksidatif otot (Gielen et al. 2001: 13).

Latihan Fisik Penderita Gangguan Pembuluh Darah Tepi

Sejauh ini, berjalan merupakan jenis latihan yang paling direkomendasikan untuk penderita PVD karena terbukti dapat meningkatkan kapasitas fungsional secara signifikan. Latihan dapat dimulai dua kali dalam satu minggu selama 20 sampai dengan 30 menit .

Setelah 4 sampai dengan 6 minggu durasi dapat meningkat menjadi 40 sampai dengan 60 menit. Selain latihan fisik, modifikasi pola hidup seperti menjaga kadar gula darah, mencegah hiperlipidemi serta menghindari kebiasaan merokok perlu dilakukan untuk mencegah perburukan PVD (Gardner et al. 2001: 755).

Itulah artikel mengenai program latihan fisik penderita gangguan pembuluh darah tepi. Semoga dengan artikel ini bisa membantu para penderita gangguan pembuluh darah tepi untuk tetap bisa menjaga kebugarannya dengan melakukan latihan fisik atau olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

(Visited 23 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.