Latihan Fisik Untuk Anak Usia Dini di TK dan SD

Latihan Fisik Untuk Anak Usia Dini di TK dan SD. Latihan fisik untuk anak usia dini seperti pada jenjang TK dan SD, harus benar-benar hati-hati dalam memberikan bentuk latihannya. Jangan sampai anak usia dini disamakan dan dianggap sebagai miniatur dari orang dewasa. Sudah sejak lama para ahli sport medicine berupaya menggali penerapan latihan fisik untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak usia Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga > Cara Menyusun Program Latihan Untuk Para Pelatih

Latihan fisik jangan sampai menjadi stressor yang luar biasa bagi usia pada kelompok ini. Karena sejatinya latihan fisik pada kelompok usia dini harus menjadi stimulator (perangsang) bagi peningkatan potensi fisik, mental dan sosialnya secara harmonis.

Latihan Fisik Untuk Anak Usia Dini di TK dan SD

Aturan penerapan latihan fisik untuk usia TK dan SD

Ada beberapa koridor yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh para pelatih dalam menerapkan latihan fisik pada usia TK dan SD, berikut aturan yang harus diikuti:

  1. Latihan fisik diberikan dalam suasana yang menyenangkan dan lebih dominan dalam bentuk pola permainan tertentu. Sesuai dengan karakteristik anak pada usia TK dan SD.
  2. Beban latihan fisik harus diatur mulai beban ringan sampai sedang dan tidak diperbolehkan menggunakan beban maksimal apalagi beban ekstrim. Hal ini dibutuhkan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan secara normal dan fisiologis.
  3. Latihan fisik dalam jangka panjang (1-3 bulan pada tahap I) memberikan efek positif pada perkembangan sistem fisiologis tertentu. Seperti kelentukan, kecepatan dan keseimbangan.
  4. Latihan fisik jangka panjang dengan beban maksimal sampai ekstrim memberikan efek negatif pada pertumbuhan dan perkembangan sistem muskuloskeletal dan kerap akan menimbulkan cedera fisik dan psikis.

Negara yang sudah menerapkan program latihan jangka panjang 1-3 tahun, sejak usia TK adalah Cina dan Jerman. Khususnya pada cabang olahraga renang dan senam. Oleh karena itu tidak disangsikan lagi atlet-atlet unggulan dunia dari cabang olahraga renang dan senam sejak era tahun 2000-an didominasi oleh Cina dan Jerman. Saat ini telah berbicara banyak di event dunia pada usia yang relative lebih muda dari umumnya.

Baca Juga > Menyusun Program Latihan Jangka Panjang Dari Usia Dini (Pemula), Junior Sampai Senior

Memasuki usia akhir SD dapat diberikan latihan fisik dengan dosis yang sub-maksimal yang ditujukan untuk pembentukan susunan tubuh, penambahan mineral tulang. Sehingga massa tulang meningkat, hipertropi otot dan peningkatan sistem kardiovaskuler.

Melatih Anak TK dan SD

Penelitian era 90-an sampai dengan awal tahun 2000 telah menunjukkan hasil yang menggembirakan berkaitan dengan pemanfaatan latihan fisik pada usia kelompok ini. Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa : anak-anak secara fisiologis memberikan respons positif terhadap pembebanan latihan fisik. Meskipun secara volume lebih rendah bila dibandingkan dengan usia remaja.

Baca Juga > Pelatihan Olahraga dan Prinsip Periodisasi Latihan Untuk Usia Sekolah (6 sampai 18 tahun)

Meskipun memberikan respons positif terhadap pembebanan latihan fisik, akan tetapi harus tetap diperhatikan bahwa anak usia TK dan SD rentan sekali terhadap kemungkinan terkena cedera. Oleh karena itu, perlu dipahami dan diterapkan prinsip pencegahan cedera olahraga. Hal ini dikhususkan pada sistem muskuloskeletal (otot dan tulang). Sistem jaringan ikat dan kartilago pada anak usia TK dan SD belum terlalu kuat dan elastis jika dibandingkan dengan usia remaja. Oleh sebab itu, maka latihan fisik di jenjang usia TK dan SD jangan sampai melebihi batas ambang rangsangnya (kemampuan).

Efek Latihan Fisik Ekstrim dan Berat pada Anak Usia Dini

Pada latihan fisik yang terlalu keras akan mengakibatkan epifise (ujung) tulang menjadi rusak karena benturan atau karena pemakaian tenaga yang besar dan berulang lewat jaringan ikat (tendon dan ligament) yang berada di dekat tulang tersebut. Jenis cedera lainnya adalah robek otot dan cedera pada persendian. Oleh karena itu, meskipun anak usia TK dan SD menyenangi olahraga permainan, perlu diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan cedera.

Baca Juga > Membangun Kepercayaan Diri Atlet

Dari beberapa hasil penelitian yang dirangkum oleh Larson dalam Jannsen (1989) menegaskan bahwa cedera yang paling dominan terjadi pada atlet usia dini (TK dan SD) adalah cedera epifise otot, dan persendian. Cedera ini banyak dialami oleh atlet senam. Jarang ditemukan cedera pada usia dini ini yang terkait dengan sistem kardiovaskuler, pernapasan, metabolisme, dan cedera non-epifise.

Itulah artikel mengenai Latihan Fisik Untuk Anak Usia Dini di TK dan SD. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca teras olahraga. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

(Visited 114 times, 1 visits today)
Latihan Fisik Untuk Anak Usia Dini di TK dan SD | Kang Ikal | 4.5