Pembelajaran dan Teori Belajar Gerak

Pembelajaran dan Teori Belajar Gerak

Pembelajaran dan Teori Belajar Gerak. Salam, pembaca teras olahraga, Artikel berikutnya kita akan coba bahas mengenai belajar gerak dengan pembahasan mengenai pembelajaran dan teorinya.

Pada dasarnya belajar gerak (motor learning) merupakan suatu proses belajar yang memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai keterampilan gerak yang optimal secara efisien dan efektif. Seiring dengan itu, Schmidt (1989: 34) menegaskan bahwa belajar gerak merupakan suatu rangkaian asosiasi latihan atau pengalaman yang dapat mengubah kemampuan gerak ke arah kinerja keterampilan gerak tertentu.

Sehubungan dengan hal tersebut,  perubahan keterampilan gerak dalam belajar gerak merupakan indikasi   terjadinya proses belajar gerak yang dilakukan oleh seseorang.  Dengan demikian, keterampilan gerak yang diperoleh  bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kematangan gerak melainkan juga   oleh faktor proses belajar gerak.

Pembelajaran dan Teori Belajar Gerak

Definisi Belajar Menurut Beberapa Ahli

Menurut Winkel, Belajar adalah semua aktivitas mental atau  psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dalam lingkungan, yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengelolaan pemahaman.

Menurut Ernest R. Hilgard dalam (Sumardi Suryabrata, 1984:252) belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perubahan yang ditimbulkan oleh lainnya.

Sedangkan Pengertian Belajar menurut Gagne dalam bukunya The Conditions of Learning 1977, belajar merupakan sejenis perubahan yang diperlihatkan dalam perubahan tingkah laku, yang keadaaannya berbeda dari sebelum inpidu berada dalam situasi belajar dan sesudah melakukan tindakan yang serupa itu. Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.

Moh. Surya (1981:32), definisi belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan inpidu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru keseluruhan, sebagai hasil pengalaman inpidu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan. Kesimpulan yang bisa diambil dari kedua pengertian di atas, bahwa pada prinsipnya, belajar adalah perubahan dari diri seseorang.

Proses Belajar Gerak

Pada dasarnya belajar gerak (motor learning)  merupakan suatu proses belajar  yang memiliki tujuan untuk mengembangkan berbagai keterampilan gerak yang optimal secara efisien dan efektif. Seiring dengan itu, Schmidt (1989: 34) menegaskan bahwa belajar gerak merupakan suatu rangkaian asosiasi latihan atau pengalaman yang dapat mengubah kemampuan gerak ke arah kinerja keterampilan gerak tertentu.

Sehubungan dengan hal tersebut,  perubahan keterampilan gerak dalam belajar gerak merupakan indikasi terjadinya proses belajar gerak yang dilakukan oleh seseorang.  Dengan demikian, keterampilan gerak yang diperoleh  bukan hanya dipengaruhi oleh faktor kematangan gerak melainkan juga   oleh faktor proses belajar gerak.

Di  sisi lain, pengaruh dari belajar gerak tampak pada perbedaan yang nyata dari tingkat keterampilan gerak seorang anak yang mendapatkan perlakukan pembelajaran gerak  intensif dengan yang tidak. Pada kelompok anak yang mendapatkan perlakuan belajar gerak intensif menunjukan kurva kenaikan progresif dan permanen.

Sementara itu, dalam pemerolehan keterampilan gerak dipengaruhi oleh beberapa faktor;

  1. faktor individu subyek didik,
  2. faktor proses belajar dan
  3. faktor situasi belajar.

Faktor inpidu subyek belajar dalam belajar gerak akan merujuk pada adanya perbedaan potensi yang dimiliki subyek didik.  Perbedaan potensi kemampuan gerak yang dimiliki oleh subyek didik ini secara fundamental akan memberikan pengaruh terhadap pemerolehan keterampilan gerak.

Perbedaan potensi kemampuan gerak memiliki implikasi terhadap usaha penyusunan program pembelajaran gerak Oxendine (1984:56) menegaskan bahwa perbedaan potensi kemampuan gerak yang dimiliki oleh seorang secara nyata akan memberikan pengaruh terhadap kecepatan, ketepatan dan tingkat perolehan keterampilan gerak.

Sementara itu, dalam proses memperolehan keterampilan gerak, seseorang harus melalui beberapa tahapan, yaitu ;

  1. tahap formasi rencana,
  2. tahap latihan dan
  3. tahap otomatisasi.(Rahantoknam, 1989:7)

Untuk faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak bisa dilihat pada artikel faktor internal yang mempengaruhi belajar gerak dan faktor eksternal yang mempengaruhi belajar gerak.

Ok, sekian artikel mengenai pembelajaran dan teori belajar gerak. Semoga bermanfaat bagi pembaca teras olahraga. Silahkan untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima Kasih.

(Visited 65 times, 1 visits today)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.