Pengertian dan Bentuk Latihan Daya Tahan

Pengertian dan Bentuk Latihan Daya Tahan Endurance. Daya Tahan dibagi dua bagian yaitu daya tahan otot (muscle endurance) dan daya tahan kardiorespiratori.

Pengertian dan Latihan Daya Tahan

Yang dimaksud dengan daya tahan otot (muscle endurance) yaitu kemampuan otot untuk melakukan kontraksi atau bekerja dalam waktu yang relatif lama. Sedangkan yang dimaksud dengan daya tahan cardiorespiratori atau daya tahan peredaran darah dan pernafasan adalah keadaan atau kondisi tubuh yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Daya tahan kardio respiratori biasanya disebut juga cardiovasculer endurance. Oleh karena itu untuk melatih komponen daya tahan otot dan daya tahan respiratori sedikit berbeda. Untuk meningkatkan daya tahan respiratori diperlukan beberapa bentuk latihan dalam waktu yang relatif lama. Daya tahan otot dan respiratori adalah sistem kerja pada tingkat aerobik yaitu pemasukan (supply) oksigen masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan yang dilakukan oleh otot.

pengertian dan bentuk latihan daya tahanLatihan Daya Tahan

“Latihan  untuk  meningkatkan  daya  tahan  diantaranya  adalah  ;  fartlek,  interval training, dan cross country.”

Fartlek

Disebut juga speed play, yaitu suatu sistem latihan endurance yang maksudnya adalah untuk membangun, mengembalikan, atau memelihara kondisi tubuh seseorang. Diciptakan  oleh  Gosta  Holmer  dari  Swedia.

Fartlek  merupakan  salah  satu  bentuk latihan  yang  sangat  baik  untuk  mengembangkan  daya  tahan  hampir  pada  semua cabang  olahraga,  terutama  cabang  olahraga  yang  memerlukan  daya  tahan.  Menurut penemunya,  fartlek  dilakukan  dialam  terbuka  yang  ada  bukit-bukit,  belukar,  tanah rumput, tanah lembek dan sebagainya. Maksudnya adalah bahwa fartlek tersebut bukan dilakukan  pada  jalan  raya  atau  trek  yang  pemandangannya  membosankan.

Dalam melakukan fartlek, atlet atlet dapat menentukan sendiri intensitas dan lamanya latihan tergantung kepada kondisi atlet yang bersangkutan pada saat itu. Olah karena itu, atlet bebas untuk bermain-main dengan kecepatannya sendiri serta bebas membuat variasi kecepatan, jarak, dan rute yang akan dilaluinya.

Sebaiknya   latihan fartlek dilakukan pada awal-awal musim latihan jauh sebelum  masa  pertandingan  atau  preseason.  Tetapi ada pula beberapa pelatih yang memberikan latihan fartlek  ini pada  musim-musim peningkatan  juara atau  menjelang pertandingan sebagai variasi latihan guna menghindari kejenuhan dalam menghadapi latihan yang relatif padat.

Interval Training

Interval  training  adalah  latihan  atau  sistem  latihan  yang  diselingi  interval-interval berupa masa istirahat. Jadi dalam pelaksanaannya adalah ; istirahat – latihan – istirahat – latihan – istirahat dan seterusnya. Interval  training merupakan cara latihan yang penting untuk dimasukan ke dalam program latihan keseluruhan.

Banyak pelatih menganjurkan menggunakan interval training untuk melaksanakan latihan karena hasilnya sangat positif untuk mengembangkan daya tahan keseluruhan maupun stamina atlet.

Bentuk latihan interval dapat berupa latihan lari (interval running) atau renang (internal  swimming) dapat pula  dilakukan dalam program weight training maupun circuit training.

Latihan interval dapat dilakukan dalam semua cabang olahraga yang membutuhkan daya tahan dan stamina, seperti atletik, basket ball, renang, voli, sepakbola, bulutangkis dan sebagainya. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam internal training, yaitu;
a. intensitas/beban latihan
b. lamanya latihan
c. repetisi/ulangan latihan, dan
d. recovery internal (masa istirahat diantara latihan)

Beban latihan dapat diterjemahkan ke dalam tempo, kecepatan dan beratnya beban. Sedangkan lamanya latihan dapat dilihat dari jarak tempuh atau waktu. Repetisi dapat ditinjau dari ulangan latihan yang harus dilakukan; kemudian masa istirahat adalah masa berhenti melakukan latihan/istirahat diantara latihan-latihan tersebut.

Contoh interval training untuk endurance yang dilakukan dalam lari (interval running):
Jarak lari :  400 meter
Tempo lari :  75 detik
Repetisi :  12 kali
Istirahat : 3 5 menit
Bentuk latihan interval ini harus disesuaikan dengan kemampuan atlet yang bersangkutan.

Itulah artikel mengenai pengertian dan bentuk latihan daya tahan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Terima Kasih.

(Visited 303 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.