Perbedaan dan Persamaan Latihan Pilates dengan Yoga dari Berbagai Macam Sudut Pandang

Perbedaan dan Persamaan Latihan Pilates dengan Yoga. Mana yang lebih baik? Bagaimana perbedaannya? bagaimana persamaannya?. Tinjauan dua bentuk latihan yang paling populer ini adalah pandangan singkat tapi menyeluruh dari salah satu instruktur Pilates terkemuka hari ini yang juga telah mengajarkan yoga selama 35 tahun.

Aspek-aspek Perbedaan dan Persamaan Latihan Pilates dengan Yoga

Pola Pengaturan Pernapasan

Pilates dan yoga seperti serupa tapi tak sama. Perbedaan pertama yaitu pada pola pernapasan. Kedua metode tersebut menekankan pernapasan, namun arah tujuannya berbeda. Pernapasan adalah salah satu prinsip terpenting dalam Pilates. Joseph Pilates, sang pendiri latihan pilates, menekankan pernapasan di dalam buku-bukunya dan dalam petunjuknya.

Menurut Mary Bowen, Joseph Pilates tidak pernah mengembangkan pola pengaturan pernapasan khusus, meskipun beberapa teknik dikembangkan setelah beliau meninggal oleh beberapa muridnya. Joe Pilates memang menciptakan pola pernapasan untuk menyelaraskan setiap latihan, pernapasan alami yang memungkinkan nafas penuh dan sering ketika latihan pilates. Pilates dikenal karena memberi energi daripada membuat lelah tubuh bahkan setelah melakukan latihan yang paling padat.

Perbedaan dan Persamaan Latihan Pilates dengan Yoga dari Berbagai Macam Sudut Pandang

Yoga jauh melebihi Pilates dalam pengembangan pola pengaturan pernapasan. Kompleksitas dan kedalaman teknik yoga pranayama (pernapasan) termasuk bernapas melalui lubang hidung yang berbeda dalam berbagai pola menghirup nafas, mengeluarkan nafas dan menahan nafas, semuanya dirancang untuk menciptakan dan memindahkan energi ke dalam tubuh. Teknik pernapasan pada latihan Pilates dan yoga dan keduanya sangat memberi energi.

Pikiran dan Tubuh
Beberapa metode latihan dalam olahraga banyak menghubungkan pikiran dan tubuh seperti Pilates dan yoga.

Memusatkan perhatian pada gerakan adalah kunci kedua metode tersebut. Yoga memiliki kelebihan lebih jauh dengan menambahkan dimensi spiritual atau religius dengan meditasi dan tradisi nyanyian tertentu dan mengharuskan memiliki rasa hormat kepada guru.

Sejarah
Joseph Pilates lahir di Jerman pada tahun 1883. Dia mempelajari semua bentuk latihan yang sudah ada pada zamannya termasuk bentuk latihan yang berasal dari daerah timur seperti yoga. Dia pertama kali mengembangkan metodenya hampir 100 tahun yang lalu.

Beliau pindah ke New York pada tahun 60an dan pertama kali mengenalkan metode latihan pilates ke komunitas tarian yang kemudian menjadi populer secara seketika. Dari sana ia mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Ini digunakan oleh atlet elit, selebriti dan terapis fisik, dan sangat efektif untuk rehabilitasi fisik seperti sakit punggung.

Sejak kematian Joe Pilates pada akhir tahun 60an, metode latihan pilates ini telah berubah semakin maju dan bercabang sehingga bermunculan kombinasi olahraga seperti yogalates, Zumbalates, tangolate dan bahkan piloxing (Pilates and Boxing).

Latihan yoga merupakan latihan yang sudah muncul beribu-ribu tahun yang lalu. Bukti paling awal muncul di stiker berusia 4500 tahun dari Lembah Indus. Para ahli sepakat bahwa tradisi yoga mungkin jauh lebih tua. Semakin digemarinya Yoga, yang secara umum juga dianggap sebagai kitab yoga, memiliki ratusan perawatan untuk penyakit dengan menggunakan posisi yoga tertentu.

Yoga juga memiliki banyak perubahan sampai zaman sekarang seperti halnya latihan pilates.

Latihan Tanpa Alat Mesin

Meskipun kedua metode tersebut bisa juga menggunakan bola, band dan alat peraga lainnya, keduanya tidak memerlukan peralatan yang terlalu ribet seperti ala mesin olahraga. Kita bisa melakukannya di mana saja dan kapan saja.

Ada peralatan yang dirancang khusus untuk Pilates, tapi tidak terlalu diperlukan. Sebenarnya, rutinitas latihan pilates di atas matras yang tidak menggunakan peralatan adalah metode Pilates asli yang diungkap oleh Joe Pilates atau biasa juga disebut ‘Kontrologi.’

Latihan Peregangan (Stretching)

Latihan Yoga memiliki beberapa gerakan peregangan statis. Ini berarti bahwa menahan posisi saat otot meregang atau biasa disebut dengan kontraksi otot secara isometrik (tidak ada pemendekan dan pemanjangan otot). Sebaliknya, gerakan latihan Pilates banyak melakukan peregangan dinamis dimana otot memanjang dan memendek ketika bergerak atau biasa juga disebut dengan kontraksi otot isotonik. Penelitian menunjukkan lebih banyak manfaat dari peregangan dinamis terhadap peningkatan pemulihan otot dan penurunan risiko cedera.

Latihan Kekuatan dan Kardio

Dalam ilmu kepelatihan olahraga tubuh kita memerlukan 3 jenis latihan yang berbeda yaitu latihan kekuatan, peregangan dan latihan kardiovaskular atau biasa disebut juga sebagai latihan kardio atau aerobik. Ketiga latihan penting ini jarang disertakan dalam satu buah bentuk latihan. Bentuk latihan Pilates selalu mencakup 2 jenis latihan yaitu peregangan dan kekuatan. Latihan Pilates tingkat lanjut menambahkan latihan kardio dengan metode latihan yang tidak biasa seperti halnya latihan kardio lainnya.

Sebaliknya latihan yoga lebih mengutamakan jenis latihan peregangan dan jarang memasukan jenis latihan kekuatan atau kardio. Tetapi ada pengecualian seperti bentuk latihan yoga yang terdapata dalam metode yoga Iyengar, Ashtanga dan Bikram.

Itulah artikel mengenai perbedaan dan persamaan latihan pilates dengan yoga dari berbagai macam sudut pandang. Kedua bentuk latihan ini memiliki tujuan yang sama yaitu menjadikan tubuh kita lebih bugar supaya mendukung terhadap kualitas hidup kita. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca. Terima Kasih.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.