Prinsip-Prinsip Latihan Fisik dalam Olahraga Prestasi

Prinsip-prinsip latihan fisik dalam olahraga prestasi. Menyambung dari artikel sebelumnya yaitu program latihan dan prinsip latihan fisik. Berikut ini akan membahas lebih detail mengenai prinsip-prinsip latihan fisik dalam olahraga prestasi untuk meraih hasil maksimal.
Prinsip latihan beban bertambah (overload)
Prinsip latihan beban bertambah atau bisa disebut juga prinsip overload. Prinsip beban bertambah yang dilakukan dalam setiap bentuk latihan bisa melalui beberapa cara seperti misalnya dengan meningkatkan intensitas, frekuensi, dan lama latihan. Prinsip latihan beban bertambah ini mengacu pada sistem tangga yang diungkap oleh Tudor Bompa.
Sistem tangga pada prinsip beban bertambah (overload) penerapannya pada pelatihan, ditandai dengan adanya hari ketika pelatihan tersebut berintensitas berat atau tinggi dan ada hari pelatihan dengan intensitas rendah. Hari pelatihan dengan tingkat intensitas ringan ditujukan supaya sistem fungsi tubuh diberi kesempatan untuk memulihkan cadangan energi dan meregenerasi jaringan-jaringan kecil yang mengalami kerusakan. 
sistem tangga tudor bompa
Peningkatan beban latihan yang tidak sesuai atau sangat tinggi dan bersifat mendadak, bisa menurunkan kualitas fungsi sistem tubuh terutama pada sistem nervorum (saraf), muskulo-skeletal (otot dan tulang) dan bisa berefek secara tidak langsung maupun langsung terjadinya cedera pada organ tubuh.
Prinsip menghindari dosis berlebih
Memberikan dosis latihan fisik yang melebihi nilai ambang kemampuan tubuh atlet kita secara ekstrim, bisa mengakibatkan cedera pada organ tubuh sampai ke tingkat selulernya. Dengan demikian, dosis latihan fisik yang berlebihan bukan untuk meningkatkan kemampuan tubuh, melainkan menjadi penyebab tubuh menjadi sakit. 
Oleh sebab itu, pemberian dosis latihan harus berada pada “batas dosis latihan tertentu yang sesuai dengan kemampuan fisik atlet” atau “melebihi ambang batas kemampuan fisik atlet tapi atlet masih mampu menjalankan dosis latihan tersebut” sehingga tidak muncul sesuatu yang negatif berupa cedera pada sistem saraf, otot dan tulang. 
Poin pentingnya adalah pembebanan dosis latihan pada atlet tidak boleh secara ekstrim dan mendadak, tetapi harus diberikan secara bertahap dengan melihat respon yang terlihat dari tubuh atlet.
Prinsip individual
Penerapan prinsip ini bisa dikatakan sangat sulit dan membutuhkan perhatian yang lebih dari seorang pelatih. Meskipun sangat sulit tapi tetap kita harus menerapkan prinsip latihan individual ini. Prinsip individual ini didasarkan pada pertimbangan bahwa setiap atlet memiliki karakteristik berbeda dari segi fisik dan psikis yang sangat dipengaruhi oleh faktor genetik.
Prinsip individual akan lebih memungkinkan untuk membangkitkan potensi seorang atlet sehingga mampu mengekspresikan atau menampilkan potensi ergogeniknya secara maksimal karena memang adekuat dengan karakteristiknya.
Prinsip pulih asal
Setiap latihan fisik yang membutuhkan pasokan energi melebihi kebutuhan normal fisiologis tubuhnya, bahkan sampai menguras cadangan energi ototnya, sangat membutuhkan waktu untuk pulih asal atau biasa kita sebut recovery, baiks secara bio-fisilogis maupun mental.
Pulih asal secara bio-fisiologis bertujuan untuk membentuk cadangan energi dan meresintesis asam laktat dari darah dan otot. Bentuk kegiatan fisik selama pulih asal bio-fisiologis dapat dilakukan dengan cara istirahat pasif maupun istirahat aktif. Istirahat aktif misalnya seperti melakukan peregangan dan aktivitas ringan seperti jalan cepat atau jogging. Kegiatan fisik peregangan dinamis, jalan dan jogging ditujukan untuk meresintesis sumber energi dari asam laktat menjadi sumber energi ATP-CP baru yang dibutuhkan untuk kegiatan fisik selanjutnya, dan lebih utamanya ditujukan untuk kegiatan fisik yang bersifat anaerobik.
Untuk pulih asal dengan Istirahat pasif dilakukan dengan cara tiduran dan posisi tubuh terlentang, dan usahakan bagian tubuh yang sudah bekerja posisinya lebih tinggi dari jantung hal ini bertujuan untuk memulihkan oksigen yang terkuras dengan cara mengeluarkan karbondioksida dalam darah kita.
Supaya lebih maksimal dalam memulihkan oksigen maka bantu dengan cara mengatur napas kita. Cara bernapas yang dianjurkan adalah lambat dalam dan cepat dalam. Cara bernapas seperti itu akan berefek pada pengembangan rangka dada kita dan elastisitas paru-paru meningkat, sehingga karbondioksida akan keluar banyak karena diikuti dengan melakukan ekspirasi dalam dan oksigen akan masuk ke dalam tubuh pada saat melakukan inspirasi dalam.
Keuntungan menggunakan cara bernapas lambat dalam atau cepat dalam adalah tidak mengakibatkan otot-otot pernapasan (khususnya intercostalis eksterni, intercostalis interni dan diafragma) tidak mengalami kelelahan yang berarti. Sehingga volume udara yang masuk dan keluar akan semakin banyak dan membuat kita lebih cepat pulih karena kebutuhan oksigen dipenuhi dengan cepat.
Prinsip Spesifik
Bentuk latihan dan dosis yang diberikan pada saat latihan fisik, harus disesuaikan dengan kondisi tubuh dan jenis olahraga yang ditekuni oleh atlet atau pelaku. Misalnya jenis olahraga daya tahan (endurance) harus diberikan dosis latihan fisik yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan aerobik, dengan cara memberikan dosis ringan sampai dosis sub-maksimal.
Dosis latihan untuk jenis olahraga daya tahan (endurance) berkisar antara 30-50% dari denyut nadi maksimal (DNM=220-usia) dan 60-75% dari DNM dengan jumlah waktu berkisar 30-60 menit. Bila latihan yang dilakukan melebihi ambang sub-maksimal (60-75%), maka latihan fisik tersebut ditujukan untuk membentuk kapasitas anaerobik atau pembentukan stamina. Stamina adalah tingkatan kondisi fisik yang lebih tinggi dari daya tahan (endurance). Dengan memiliki stamina yang tinggi maka akan membuat seseorang mampu bekerja dan bertahan dalam kelelahan dan diikuti dengan kemampuan pulih asal yang relatif singkat.
Prinsip mempertahankan dosis latihan
Tubuh kita memiliki kemampuan untuk merespon dan beradaptasi terhadap penambahan dosis latihan fisik pada beban tertentu, tetapi bila penambahan dosis tersebut terlalu mendadak dan terlalu tinggi, maka akan mengakibatkan tubuh mengalami distress. Oleh karena itu, penambahan dosis latihan fisik tidak terus meneru diberikan pada setiap kali latihan, tetapi pada saat tertentu saja dosis latihan bisa ditingkatkan. Peningkatan dosis latihan diberikan ketika tubuh atlet yang kita bina sudah menunjukkan indikasi adaptasi beban latihan. 
Proses peningkatan beban tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan fisik dan kesiapan mental serta pencapaian tujuan prestasi yang maksimal dan mempertahankan kondisi tubuh supaya tetap dalam kondisi sehat.
Nah itulah artikel mengenai prinsip-prinsip latihan fisik dalam olahraga prestasi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Jangan lupa untuk melihat artikel menarik lainnya di website ini. Terima kasih.
Incoming search terms:
  • Prinsip latihan
  • Prinsip-prinsip latihan fisik
  • Olahraga prestasi
  • Prinsip latihan beban bertambah (overload)
  • Prinsip individual
  • Prinsip pulih asal
  • Prinsip spesifik
  • Prinsip mempertahankan dosis latihan
(Visited 3 times, 1 visits today)
Prinsip-Prinsip Latihan Fisik dalam Olahraga Prestasi | Kang Ikal | 4.5