Program Latihan Fisik Penderita Kanker

Program Latihan Fisik Penderita Kanker. Kanker merupakan gangguan kesehatan dimana tubuh menjadi inang bagi sekelompok sel  yang  membelah  diri  secara  tidak  terkendali.  Kelompokan  sel  tadi  secara  agresif  dapat merusak bagian tubuh di sekitarnya atau bahkan mengikuti aliran darah (metastasis) dan merusak bagian tubuh yang berada jauh dari pusat kanker.

Pengobatan kanker meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi dan imunoterapi yang sering menimbulkan efek samping penekanan sistem imun, perdarahan kronis maupun kelelahan.

Pertimbangan Latihan Fisik Penderita Kanker

Perkembangan kanker sering menimbulkan peningkatan resiko terjadinya fraktur patologis, anemia, trombositopenia, dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit serta penurunan ketahanan terhadap infeksi. Oleh karenanya exercise therapy yang dilakukan harus senantiasa mempertimbangkan kemungkinan perkembangan kanker (Pedersen et al. 2006: 63).

latihan fisik penderita kankerExercise therapy dewasa ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses rehabilitasi kanker. Latihan fisik yang dilakukan secara rutin dapat membantu mengatasi efek buruk dari inactivity / bed rest, memberikan efek psikologis yang positif dan juga meningkatkan sistem imunitas sehingga sangat bermanfaat bagi penderita kanker (Dimeo et al. 1998: 475). Toleransi terhadap aktivitas fisik dipengaruhi oleh faktor penyakit dan pengobatan.

Kapasitas fisik penderita kanker adalah antara 3 sampai dengan 5 METs. Walaupun demikian, sebelum dilakukan exercise therapy, uji kardiopulmoner penting untuk menentukan kapasitas fungsional tubuh. Penderita kanker dengan metastase tulang (pada rusuk, panggul ataupun tulang paha) harus melakukukan exercise testing dengan mempergunakan cycle ergometri (Markes et al. 2006).

Latihan Fisik Penderita Kanker

Jenis latihan fisik yang direkomendasikan pada keadaan ini adalah latihan tanpa pembebanan. Intensitas latihan yang ideal adalah sekitar 40 sampai dengan 65% VO2 maks (Markes et al. 2006).

Latihan beban dinamis dapat dilakukan pada penderita bebas metastasis yang berfungsi meningkatkan kekeuatan otot. Latihan ini sebaiknya dilakuakn dengan mesin dan bukan dengan beban bebas mengingat penderita mungkin mengalami gangguan neuromuscular maupun system keseimbangan. Latihan dengan beban yang ringan serta repetisi yang tinggi direkomendasikan pada keadaan ini.

Baca juga => Program Latihan dan Prinsip Latihan Fisik

Penderita dengan jumlah trombosit yang sangat rendah (<50.000 /dl), lekosit (<3000/dl) hemoglobin (<10g/dl), demam (>38C), kelemahan otot, gangguan saraf tepi tidak diperkenankan mengikuti latihan fisik. Latihan fisik ditemukan dapat meningkatkan pertahanan sistem kekebalan dalam menghadapi agresi dari sel-sel kanker (Markes et al. 2006).

Itulah artikel mengenai program latihan fisik penderita kanker. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi para pembaca teras olahraga dan dapat memotivasi penderita kanker untuk tetap berolahraga sesuai aturan. Terima Kasih.

(Visited 6 times, 1 visits today)
Program Latihan Fisik Penderita Kanker | Kang Ikal | 4.5